"Pertumbuhan kredit secara total berada di range 10-12 persen, dari yang sekarang ini baru 8 persen" kata Juda di kantornya, Kamis (16/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Juda Agung mengatakan, penurunan BI rate sebesar 75 basis poin sejak awal tahun, yang berimbas pada penurunan bunga kredit dan deposito, juga diharapkan memberikan dorongan positif terhadap penyaluran kredit perbankan.
BI Rate Turun Lagi
Menurut Juda, tidak menutup kemungkinan BI rate kembali diturunkan menjelang penerapan BI 7-day (Reverse) Repo Rate sebagai acuan moneter baru pada Agustus mendatang. Pasalnya, inflasi saat ini masih terkendali.
Hanya saja, jelasnya, saat ini BI perlu melihat likuiditas dan pertumbuhan ekonomi hingga setelah lebaran.
"Masih akomodatif. Kita akan terus lihat dari sisi likuiditas dan pertumbuhan ekonomi," kata Juda.
Saat ini, tambah Yuda, nilai tukar Rupiah dan inflasi cukup stabil. Untuk itu, BI memiliki ruang untuk menurunkan BI Rate dengan syarat nilai tukar Rupiah tetap stabil.
"Inflasi masih terkendali ya. Nanti kita lihat," tutupnya. (ags)