Seperti dilansir kantor berita Antara, BRIsat diluncurkan ke orbit menggunakan roket Ariane 5 dari Bandar Antariksa Guyana di Kourou. Selain BRIsat, peluncuran bernomor VA 230 itu juga membawa satelit EchoStar XVIII milik perusahaan televisi kabel asal AS, DISH Network LLC, seperti disiarkan langsung situs perusahaan peluncur roket Arianespace.
Dalam peluncuran tersebut, cuaca di Kourou terpantau cerah. Nantinya, BRIsat mengorbit di atas pulau Papua, Indonesia. Adapun orbit tujuannya adalah Geostationary dengan titik koordinat 150.5 derajat Lintang Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, setelah BRIsat menemukan orbitnya, perusahaan pembuat satelit asal Amerika Serikat, Space System/Local (SSL), akan menyerahkan secara resmi satelit itu ke BRI untuk dioperasikan langsung oleh sumber daya manusia perseroan.
“Dengan BRIsat, perseroan akan menghemat 40 persen biaya operasional untuk satelit. Sebelumnya, BRI menyewa satelit dengan biaya sewa Rp500 miliar per tahun,” kata Direktur Konsumer BRI Sis Apik Wijayanto.
Sebagai informasi, satelit senilai Rp3,375 triliun itu akan membantu BRI memperluas jangkauan layanan keuangan ke daerah-daerah terpencil, dan memasok infrastruktur digital kepada 59 ribu agen Laku Pandai BRI.
Sebelumnya, BRIsat sempat mengalami tiga kali penundaan peluncuran karena kerusakan teknis pada roket peluncur dan gangguan cuaca
Awalnya, BRIsat akan diluncurkan pada 9 Juni 2016 waktu Jakarta. Namun, pihak perusahaan antariksa Arianespace menemukan adanya gangguan pada konektor fluida kriogenik, bahan bakar roket, pada bagian atas roket dengan dudukan peluncur roket. Karena kerusakan itu, peluncuran ditunda selama 8 hari menjadi 17 Juni 2016 waktu Jakarta.
Sementara, pada Sabtu dini hari kemarin, peluncuran kembali dibatalkan karena tekanan angin yang begitu besar di Kourou.