Seperti dilansir dari Reuters, pejabat senior bank sentral kedua negara mengaku, hacker telah mengancam menyerang situs publik seluruh bank sentral di dunia.
Ronald Waas, Deputi Gubernur BI menuturkan, dalam upaya menangani aksi jahil hacker, BI telah memblokir 149 daerah yang biasanya tidak mengakses situs milik BI. "Termasuk beberapa negara kecil di Afrika," ucap Ronald, Selasa (21/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank-bank sentral di dunia sudah bersiaga tinggi dari serangan peretas. Februari lalu, bank sentral Bangladesh berhasil menggagalkan upaya pencurian US$81 juta yang dilakukan peretas lewat aksi pura-pura transfer uang.
Ancaman serangan hacker ke seluruh situs publik bank-bank sentral di dunia santer terdengar sejak awal Mei. Peretas bahkan berkampanye lewat Youtube dalam melancarkan aksi nakalnya tersebut.
"Pada bulan Mei, kami menghadapi begitu banyak gangguan. Mereka mencoba untuk menyerang reputasi bank. Jadi, kami memblokir alamat IP dari negara-negara yang tidak biasanya mengakses situs kami," ujar Benny Sadwiko, pimpinan yang mengamankan cyber BI.
Senin (20/6) kemarin, BI mendeteksi ada 273 virus dan 67.000 surat elektronik yang masuk ke spam dan situs resmi BI. (bir/gen)