Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana mengatakan PLTG tersebut bakal memiliki kapasitas antara 2x500 Megawatt (MW) hingga 2x600 MW. Sayangnya, ia belum mengetahui kapan PLTG bisa mulai dibangun karena masih dilakukan feasibility study.
“Sekarang kan sedang dibuat feasibility study. Kebutuhannya saya rasa bisa Rp3 triliun sampai Rp4 triliun,” jelasnya, Rabu (22/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kemungkinan akan kami bangun bersama konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan investor,” ungkapnya
“Kami sudah ada nota kesepahaman dengan mereka. Tapi kami tidak bisa disclose dulu karena masih dalam proses study,” kata Bambang.
Ia mengungkapkan, saat ini sudah ada investor asing yang juga tertarik memasok kebutuhan gas untuk PLTG dan pelaku industri yang beroperasi di kawasan Kuala Tanjung.
“Investor asing ada beberapa yang ingin masuk, salah satunya dari Timur Tengah dan Rusia. Mereka ingin bawa gas masuk. Makanya di Kuala Tanjung nantinya ada klaster untuk energi, seperti minyak dan gas,” jelasnya.
Sementara itu, pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung saat ini sudah mencapai 50 persen. Nantinya, lanjut Bambang, pelabuhan tersebut akan terkoneksi dengan kawasan industri yang akan dibangun.
“Untuk kawasan industri, pada semester II 2017 mungkin sebagian sudah mulai beroperasi,” katanya. (gen)