logo CNN Indonesia

Laporan dari London

Wisata Bulan Madu, Label Baru Pariwisata Indonesia

, CNN Indonesia
Wisata Bulan Madu, Label Baru Pariwisata Indonesia
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak kenal maka tak sayang. Seperti itulah ungkapan yang mungkin bisa digambarkan mengenai pariwisata sebuah negara, sektor yang dapat menyokong perekonomian suatu bangsa.

Atas nama promosi pariwisata, akhirnya acara Indonesian Weekend diselenggarakan. Berlangsung secara perdana di Potters Field Park, London, acara ini digelar selama dua hari pada Sabtu (28/5) dan Minggu (29/5) mulai pukul 10.00 hingga 22.00.

Walau juga harus ikut menyingsingkan lengan bersama sejumlah sponsor dan kementerian di Tanah Air, Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Rizal Sukma, tetap mendukung penuh penyelenggaraan acara ini.

Ditemui pada hari pertama Indonesian Weekend, Rizal berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi pemicu ketertarikan wisatawan mancanegara terhadap Indonesia.

“Salah satu tantangan untuk mendatangkan wisatawan ialah memberi mereka keyakinan mengapa harus datang ke Indonesia. Selama yang dikenal hanya satu atau dua daerah saja, seperti Bali, berarti usaha kita masih panjang,” kata Rizal.

Ketertarikan masyarakat Inggris kepada Indonesia sebenarnya sudah semakin besar ketika Perdana Menteri Inggris, David Cameron, berkunjung ke Tanah Air, Juli 2015.

Dari kunjungan tersebut, menurut Rizal, semakin banyak masyarakat Inggris yang ingin mencari tahu alasan pemimpinnya melakukan lawatan tersebut.

“Di Asia, Malaysia dan Singapura bisa dibilang lebih dikenal oleh Inggris karena hubungan negara persemakmuran. Dengan kunjungan tersebut bisa dibilang kalau Indonesia dianggap memiliki sektor-sektor potensial yang mulai membuat Inggris penasaran,” ujar Rizal.

Dikatakan Rizal, banyak dari wisatawan mancanegara mulai melirik keindahan alam Indonesia sebagai lokasi berbulan madu. Label itu, menurutnya, sangat positif.

Selain Bali, Lombok, Yogyakarta, dan Bandung, daerah yang mulai ramai didatangi untuk berbulan madu adalah pulau-pulau kecil nan indah di Lampung dan Nusa Tenggara Timur.

Pada Oktober lalu, Presiden Indonesia Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 tahun 2015 tentang Bebas Visa Kunjungan.

Dalam Perpres yang tersebut, 75 negara dibebaskan dari kewajiban memiliki visa kunjungan untuk keperluan wisata ke Indonesia. Mereka diberikan izin tinggal kunjungan selama 30 hari namun tidak dapat diperpanjang.

Beberapa negara itu ialah Amerika Serikat, Jepang, Italia, Perancis, Jerman, Korea Selatan,  Republik Rakyat Tiongkok, Rusia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Inggris.

Bebas Visa Kunjungan Wisata diberikan, selama warga dari 75 negara tersebut keluar dan masuk dari Tempat Pemeriksaan Imigrasi yang telah ditentukan, di antaranya: Bandar Udara Soekarno Hatta, Ngurah Rai, Kuala Namu, Juanda, Hang Nadim serta Pelabuhan Laut Sri Bintan, Sekupang, Batam Center, dan Tanjung Uban.

Walau dapat membuka peluang peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, tapi Rizal belum bisa menjamin kalau langkah pembebasan visa bisa 100 persen berhasil.

Menurutnya, peningkatan jumlah juga dipengaruhi keseriusan Indonesia menyambut wisatawan.

“Sepanjang 2014-2015, wisatawan Inggris yang datang ke Indonesia meningkat 20 persen atau 207 ribuan orang. Tren ini akan terus meningkat jika kita semakin serius memperbaiki pelayanan pariwisata kita,” kata Rizal.

“Pelayanan yang harus diperbaiki seperti menambah jumlah penerbangan langsung dari banyak negara ke Indonesia, pengembangan infrasturktur antarlokasi wisata, sampai pengadaan akomodasi yang strategis,” lanjutnya menutup pembicaraan.


0 Komentar
Terpopuler
CNN Video