Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan bahwa investasi langsung lebih bersifat jangka panjang, sehingga keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa tidak mempengaruhi keputusan bisnis yang sudah dibuat.
“Investasi langsung tergolong dalam investasi yang sifatnya untuk jangka panjang, sehingga sudah melalui pertimbangan-pertimbangan matang bahkan research terlebih dahulu. Jadi, kita tidak perlu khawatir langkah Inggris keluar dari Uni Eropa, karena tidak akan mempengaruhi kebijakan-kebijakan bisnis yang sudah ada,” tutur Franky dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (24/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Indonesia juga tengah mengupayakan perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat, sehingga perusahaan Inggris dapat menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk masuk ke pasar global.
Sebagai informasi, Inggris merupakan mitra utama investasi Indonesia. Sepanjang tahun 2010-2015, realisasi investasi Inggris ke Indonesia mencapai US$4,8 Miliar dan merupakan peringkat kedelapan negara dengan investasi terbesar. Sementara, dari sisi komitmen investasi Inggris periode 2010-2015 mencapai US$ 3,1 Miliar. Sedangkan komitmen investasi Inggris ke Indonesia Januari-Mei 2016 US$ 111 juta atau tumbuh 517 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (gir)