Menurut Standard & Poor's (S&P), jumlah itu adalah kerugian terbesar harian yang pernah terjadi, mengikuti kebangkrutan Lehman Brothers selama krisis keuangan 2008 dan Black Monday pasar saham di 1987.
Seperti dilansir Reuters, pasar global tergelincir menyusul hasil tak terduga dari referendum pada 23 Juni lalu, di mana warga Inggris memilih untuk menarik diri dari Uni Eropa dengan kemenangan sebesar 52 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, imbas Brexit telah dimulai di Asia, dengan indkes Nikkei N225 Jepang turun 7,9 persen, yang kemudian menyeret Wall Street Amerika Serikat di mana S&P 500 turun 3,6 persen.
"Orang-orang memposisikan diri lebih lama karena mereka pikir pasar kembali menguat. Kami tahu bahwa kami akan melakukan aksi jual cukup besar dan orang-orang akan terkejut," katanya dalam riset, dikutip Senin (27/6).
Penurunan kapitalisasi pasar pada Jumat lalu tercatat sebesar 4,7 persen. Persentase penurunan terbesar sebelumnya itu 6,92 persen pada 15 Oktober 2008, ketika pasar panik tentang resesi. (gen)