Hilmi Panigoro, Direktur Utama Medco Energi mengatakan, pemegang saham telah menyetujui hasil ini, dan mereka juga menyepakati laporan keuangan tahunan perusahaan yang telah diaudit. "Karena, tahun 2015 ini nett loss, sehingga kami tidak membagikan dividen," ujarnya, Rabu (29/6).
Ia menyebut, RUPST kali ini juga tidak menyetujui pelaksanaan rights issue senilai Rp4,65 triliun yang awalnya dijadwalkan untuk pembayaran utang perseroan. Pasalnya, RUPST perusahaan tidak mencapai kuota yang disepakati, yakni sebanyak dua per tiga dari total pemegang saham. "Yang datang kali ini tidak sampai dua per tiganya. Jadi kami putuskan akan lakukan RUPS tersendiri untuk pelaksanaan rights issue," jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami jelaskan ke pemegang saham, kerugian ini diakibatkan oleh faktor yang sama sekali tidak bisa kami kendalikan, yaitu harga. Kami hanya berharap di tahun ini bisa lebih baik lagi karena harga minyak mulai ada perbaikan," terang Anthony singkat tanpa memberitahu target-target perusahaan di tahun ini.
"Meski mempertahankan biaya, kami lihat pendapatan turun secara tahunan (year on year). Namun, kami juga bisa tekan biaya. Hasilnya, margin EBITDA kami membaik," imbuh Mathias.
Sebagai informasi, pada tahun lalu, perseroan melakukan lifting minyak sebesar 22,12 juta barel atau turun 0,4 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 22,21 juta barel. Sementara, produksinya sendiri mencapai 31,61 juta barel atau meningkat 0,2 persen dari angka 31,55 juta barel di tahun 2014.