Medco Lirik Akusisi Blok Geothermal Milik Chevron

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 29/06/2016 18:17 WIB
Namun, Medco sangat hati-hati mempertimbangkan rencana akuisisi, seiring kinerja keuangan perseroan yang memburuk di tahun lalu. Block A di Aceh yang dikelola Medco Energi. (Dok. Medco).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Medco Energi Internasional Tbk (Medco Energi) tengah melirik Wilayah Kerja (WK) panas bumi di WK Salak dan WK Darajat yang kini masih dikelola oleh PT Chevron Geothermal Indonesia. Namun, perseroan mengaku, bakal mengkaji data dan informasi milik Chevron terlebih dahulu.

Hilmi Panigoro, Direktur Utama Medco Energi mengatakan, perseroan telah menandatangani kesepakatan penting (confidential agreement) dengan Chevron terkait pembukaan data tersebut. Perusahaan tertarik mengakuisisi WK, mengingat saat ini harga minyak masih kurang menarik.

"Jika memang harga minyak masih seperti ini, ya untuk menambah arus kas cepat kan dengan cara akuisisi. Kalau dibilang tertarik, jujur kami tertarik dengan WK Chevron," ujarnya, Rabu (29/6).


Ia menjelaskan, pembukaan data itu tidak hanya dinikmati Medco Energi, namun juga beberapa perusahaan lain yang diundang langsung oleh Chevron. Meski tertarik, tetapi keputusan akuisisi ini tergantung dari valuasi WK yang diberikan Chevron.

Lebih lanjut Hilmi menuturkan, perseroan sangat mempertimbangkan rencana akuisisi tersebut, seiring kinerja keuangan perseroan yang memburuk di tahun lalu. Sebagai informasi, perusahaan membukukan rugi sebesar US$186,17 juta atau anjlok dibandingkan tahun lalu yang untung US$8,84 juta akibat harga minyak yang rontok.

"Tetapi, tetap pilihan ini kami pertimbangkan, karena kalau perusahaan minyak kekurangan pendapatan, kami mencari cash flow. Sedangkan, jika harga minyak lagi tinggi, maka kami akan perbanyak eksplorasi," tutur dia.

Jika tidak ada aral melintang, perseroan akan melancarkan aksi akuisisi dan mencari dana eksternal yang salah satunya berasal dari penerbitan surat utang tahap pertama senilai Rp1,5 triliun yang dilakukan beberapa waktu lalu. Dari hasil penerbitan obligasi tersebut, 30 persen rencananya akan dialokasikan untuk akuisisi.

"Dan alokasi akuisisi ini berada di luar belanja modal kami dengan nilai US$120 juta hingga US$140 juta. Kami tekankan, tahun ini akuisisi tengah menjadi fokus perusahaan kami," terang Hilmi.

Selain rencana akuisisi WK Chevron, perseroan akan merampungkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Sarulla berkapasitas 110 megawatt (MW) yang rencananya akan rampung di akhir tahun ini. Di samping itu, perusahaan juga akan melakukan eksplorasi panas bumi di Ijen, Jawa Timur.
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK