"Kami sudah ajukan dan masih diperbincangkan. Tapi manajemen Total mengatakan akan memberikan support pada transisi ini dengan baik," ujar Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, Rabu (29/6).
Meski demikian, Dwi mengatakan pihaknya ingin mempercepat izin investasi, yakni mulai tahun 2017. Sebab, menurutnya, produksi migas di Blok Mahakam kian turun dari tahun ke tahun sehingga Pertamina bermaksud untuk berinvestasi lebih cepat agar penurunan produksi tidak turun drastis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dwi menilai, penurunan investasi Total di Blok Mahakam menjadi akar dari permasalahan penurunan produksi. Namun, percepatan izin investasi, dirasa Pertamina, baru akan berhasil jika pihak Total mau mempertimbangkan dan memberikannya pada Pertamina.
Sebagai informasi, produksi Blok Mahakam sebesar 1.572 barel setara minyak per hari (bsmph) dari sebelumnya 1.611 bsmph. Selain itu, investasi Total juga kian berkurang dari tahun ke tahun, hingga mencapai US$1 miliar. (gir)