Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selaku pencatat saham, Syafruddin menyatakan dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (30/6), Protech menawarkan saham dengan nilai nominal Rp100 dan harga saham Rp190 per lembar.
Lebih lanjut, saham penawaran perdana Protech akan didistribusikan pada 25 Juli 2016. Adapun, pencatatan saham perdana perusahaan rencananya dilakukan pada 18 Juli 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Noor Rachman mengatakan, Protech memang sudah masuk ke dalam daftar (pipeline) jajarannya. Ia berharap pelaku pasar akan merespon IPO perusahan tersebut dengan positif.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat menyatakan terdapat 10 perusahaan yang masuk ke dalam pipeline IPO. Atas dasar hal itu, ia memprediksi gelaran IPO bakal ramai pada semester II 2016.
"Semester II diperkirakan ramai IPO. Pelaksanaan IPO diproyeksikan marak karena akan banyak kegiatan dari perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya seiring dengan tren pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.
Protech berencana menggunakan dana yang diperoleh dari IPO setelah dikurangi biaya-biaya terkait untuk mendanai kebutuhan modal kerja khususnya untuk kegiatan operasional antara lain pembelian peralatan projek, pembayaran gaji, dan lain-lain. Sementara sekitar 17 dana akan digunakan untuk setoran modal di anak usaha yaitu Telesys Indonesia.