Berdasarkan laporan keuangan Medco Energi pada Jumat (1/7), perusahaan mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha lainnya sebesar US$144,62 juta pada triwulan I 2016, naik 13,23 persen dari US$127,71 juta pada tiga bulan pertama tahun lalu.
Dalam pos tersebut, penjualan minyak dan gas neto, yang merupakan kontributor terbesar, naik 13,87 persen menjadi US$130,71 juta pada kuartal I 2016, dari US$114,78 juta pada periode yang sama tahun lalu. Selain itu, Medco Energi juga mencatatkan pendapatan dari sewa sebesar US$4,05 juta dalam tiga bulan pertama 2016. Padahal, di periode yang sama tahun lalu, pos tersebut tidak ada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, kenaikan pendapatan tersebut juga diikuti peningkatan beban pokok penjualan. Secara total, beban pokok penjualan dan biaya langsung lainnya tercatat naik 4,65 persen menjadi US$87,01 juta dari US$83,14 juta.
Hasil dari perhitungan pendapatan dan beban tersebut membuat Medco Energi mencatatkan laba kotor sebesar US$57,6 juta di triwulan I 2016, naik dari US$44,57 juta pada tiga bulan pertama tahun lalu.
Sebelumnya, Medco Energi menggegerkan pasar setelah mengumumkan akan mengakuisisi saham PT Amman Mineral Internasional yang mengendalikan 82,2 persen dari PT Newmont Nusa Tenggara dengan nilai US$2,6 miliar atau setara Rp34,32 triliun (asumsi kurs Rp13.200 per dolar AS).
Amman Mineral, selaku 'kendaraan' dalam manuver ini, baru saja membeli Newmont Nusa Tenggara dari Newmont Mining Corporation dan Sumitomo Corporation. Aksi ini diklaim merupakan salah satu transaksi structured finance terbesar di Asia Tenggara tahun ini.
"Akuisisi ini akan memperkuat posisi Medco Energi sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam independen papan atas di Indonesia dan menegaskan komitmen kami untuk berkontribusi pada pembangunan nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (30/6).