Kepala BPS Suryamin mengatakan Pulau Jawa masih menjadi penyumbang produksi beras terbanyak dengan angka 38,97 juta ton. Sementara produksi beras dari luar Jawa tercatat 36,43 juta ton. Tahun lalu, dua wilayah tersebut sama-sama mengalami peningkatan produksi dibanding 2014 yaitu pulau Jawa sebanyak 2,31 juta ton dan luar Jawa sebanyak 2,24 juta ton.
“Kenaikan produksi terjadi karena bertambahnya luas area panen 0,32 juta hektare atau 2,31 persen dan naiknya produktivitas sebesar 2,06 kuintal per hektare setara 4,01 persen,” ujar Suryamin, Jumat (1/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naiknya jumlah luas lahan padi, turut meningkatkan produktivitas para petani. Tahun lalu, setiap hektare lahan padi mampu memproduksi 53,41 kuintal GKG. Sementara tahun sebelumnya hanya mampu menghasilkan 51,35 GKG.
“Kenaikan produksi tersebut terjadi di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa masing-masing sebanyak 0,46 juta ton dan 0,15 juta ton. Kenaikan produksi terjadi karena kenaikan produktivitas sebesar 2,24 kuintal per hektare, meskipun luas panen mengalami penurunan sebesar 49,65 ribu hektare atau 1,29 persen.
Sementara kedelai, produksinya tercatat naik tipis 0,86 persen menjadi 963,18 ribu ton biji kering atau sebanyak 8,19 ribu ton.
Peningkatan produksi kedelai tersebut terjadi di luar Pulau Jawa sebanyak 30,50 ribu ton, sementara di Pulau Jawa terjadi penurunan produksi sebanyak 22,31 ribu ton.
Peningkatan produksi kedelai terjadi karena kenaikan produktivitas sebesar 0,17 kuintal per hektare atau 1,10 persen, meskipun luas panen mengalami penurunan seluas 1,59 ribu hektare setara 0,26 persen. (gen)