"Kredit yang disalurkan melalui Tunaiku Rp180 miliar per 27 Juni 2016. Sedangkan sisanya merupakan kredit dari layanan konvensional Amar Bank kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi segmen bisnis kami," ujar Vishal Tulsian, Direktur Amar Bank, pekan lalu.
Ia mengatakan, selain menggenjot pertumbuhan kredit lewat Tunaiku, perseroan juga aktif menebar kredit ke pelaku UMKM, terutama industri rumahan dan perdagangan. Yang membedakan layanan Tunaiku dengan kredit Amar Bank, yaitu agunan dan nilai kredit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Atur Fintech, OJK Isyaratkan Modal Mini |
"Untuk merealisasikan target kredit Rp500 miliar, tahun ini kami akan ekspansi ke Bandung dan memperhatikan permintaan di Jabodetabek yang cukup besar. Setelah itu, kami mempertimbangkan merambah kota-kota besar lainnya, seperti Yogyakarta dan Medan," tutur dia.
Sebagai informasi, per Mei 2016, modal bank yang bermarkas di Surabaya ini mencapai Rp500 miliar. Jumlah modal tersebut meningkat berlipat-lipat dibandingkan akhir tahun 2014 lalu yang hanya berkisar Rp130 miliar.
Mayoritas saham eks PT Anglomas International Bank ini dikempit oleh Wishart Investment Inc, yakni sebesar 99 persen.
Wishart sendiri merupakan perusahaan internasional yang berbasis di British Virgin Islands dan memiliki jaringan bisnis di lebih dari 75 negara. Sementara sianya satu persen dikantongi oleh Ghansham Jivatram. (bir)