Permintaan tersebut, Dwi Soetjipto, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengatakan, dilatarbelakangi oleh kondisi kemacetan panjang di sepanjang jalur mudik di Brebes, Jawa Tengah.
"Kami akan koordinasi dengan Kepolisian. Kami harapkan, jalur paling kiri bisa dikosongkan untuk keadaan darurat, termasuk suplai BBM ke SPBU. Lagipula, sebenarnya jalur kiri kan tidak boleh diisi, namun karena kemacetan jadi tak terhindarkan," ujar Dwi ditemui usai bersilaturahmi di kediaman Menko Perekonomian Darmin Nasution, Kamis (7/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami selalu koordinasi, ada Satgas bersama, yaitu Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, termasuk Pertamina. Kejadian (kemacetan panjang arus mudik) kemarin jadi pembelajaran kami," terang dia.
Tidak cuma itu, Pertamina bahkan ikut menyisir arus jalan menggunakan enam mobil pick up yang membawa drum-drum berisi 1,5 kilo liter (KL) Pertalite dan Dexlite, serta Pertamax kemasan, dan pengerahan pasukan bermotor yang membawa 40 liter Pertamax Series untuk diantar ke lokasi pemudik yang kehabisan BBM di tengah kemacetan.
"Konsumsi Pertamax dan Pertalite tetap menjadi penopang utama peningkatan penyaluran BBM selama masa mudik. Hingga 6 Juli pukul 00.00 WIB, penyaluran Premium mencapai 93 persen dari rata-rata harian normal sebanyak 70.566 KL per hari. Sementara, penyaluran Biosolar masih berada jauh di bawah normal, yakni 96 persen dari rata-rata normal 35.319 KL per hari," pungkas Dwi. (bir)