Direktur Utama Antam Tedy Badrudjaman mengatakan, perusahaan meminta tax holiday karena proyek SGA merupakan satu dari delapan industri pionir yang bisa mendapatkan fasilitas fiskal tersebut. Namun sebelum mengajukan, Tedy ingin memastikan proyek patungan tersebut sudah memenuhi syarat yang diperlukan untuk mendapatkan tax holiday.
"Kami memang tengah meminta dukungan Pemerintah untuk proyek SGA tersebut. Mungkin dengan tax holiday, dan semoga bisa dapat karena biasanya proyek hilirisasi tambang jarang ada yang menikmati fasilitas tersebut. Apalagi kami juga pernah mengajukan tax holiday di proyek hilirisasi Antam lainnya, namun ditolak," jelas Tedy, Rabu (13/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami masih evaluasi dampak turunnya harga aluminium terhadap keekonomian proyek. Meski ada hambatan di kajian tersebut, kami harap semuanya tetap sesuai jadwal," ujarnya.
Sebagai informasi, proyek smelter ini dijadwalkan berlangsung selama 30 bulan dan diharapkan rampung pada kuartal IV 2019. Pada tahap awal, kapasitas smelter ini sebesar 1 juta SGA per tahun dan akan meningkat menjadi 2 juta SGA per tahun.
Hasil produksi smelter ini nantinya akan digunakan untuk memasok bahan baku bagi pabrik Inalum di Sumatea Utara mengingat selama ini Inalum selalu mengimpor bahan baku (feed) aluminium dari Australia dan India. (gen)