“Saya perhatikan, setiap lebaran apakah itu terjadi di awal bulan, tengah bulan, akhir bulan, akan mempengaruhi ekspor-impor bulan tersebut. Ekspor-impornya selalu turun,” ujar Sasmito di kantornya, Jumat (15/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sebenarnya di bulan Juni ini, importir di luar negeri ini mungkin kejar tayang juga karena mereka (importir) sudah mengetahui bahwa di bulan Juli produsen-produsen di Indonesia akan slowdown,” jelasnya.
BPS mencatat, neraca perdangan Indonesia pada Juni lalu mengalami surplus sebesar US$901 juta, yang berasal dari selisih positif antara ekspor (US$12,92 miliar) dengan impor (US$12,02 miliar). Surplus tersebut meningkat dari capaian Mei, US$373,6 miliar.
Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari-Juni 2016 mengalami surplus sebesar US$4,47 miliar. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan surplus semester I tahun lalu yang sebesar US$4,35 miliar. (ags)