"Kami sedang identifikasi, mengeksplorasi berbagai kesempatan untuk mendorong investasi karena seperti yang kita ketahui, sektor infrastruktur dan migas membutuhkan dana investasi yang besar," ujar Sudirman, Rabu (20/7).
Menurut Sudirman, investasi yang berasal dari dana repatriasi tax amnesty merupakan hal yang penting bagi sektor infrastruktur dan sektor minyak dan gas bumi. Pasalnya, kedua sektor tersebut membutuhkan dana yang besar dan tidak mungkin dibebankan seluruhnya ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum spesifik bahas itu tapi tentu apapun yang berpotensi tentu menjadi daya tarik investor. Tapi kita belum mengidentifikasi apakah migas atau listrik yang akan menjadi sasaran dana repatriasi ini," ungkap Sudirman.
"Kami tadi menyampaikan mengenai berbagai hambatan di bidang kelistrikan, kan nilai investasinya besar sekali, Rp1.100 triliun. Ini akan menggairahkan ekonomi kalau bisa diperlancar di tingkat eksekusi," ujar Sudirman.
"Kami lihat minggu depan, saya akan ketemu lagi dengan Pak Darmin sama Menteri BUMN untuk bahas kelanjutan ini," tutup Sudirman. (gir)