"Semua negara pasti ingin survive, itu membuktikan kebenaran analisa bahwa uang terbanyak di Singapura ya dari Indonesia," kata JK, Kamis (21/7).
Terkait hal ini JK menyatakan pemerintah akan terus berusaha mengejar kembalinya aset WNI di luar negeri melalui program pengampunan pajak demi menggenjot ekonomi Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena bank di Singapura akan menahan dana yang cukup signifikan ini sehingga mereka memberikan insentif kepada pengusaha besar yang akan melakukan deklarasi. Tebusan deklarasi sebesar 4 persen, bisa ditanggung dengan mudah oleh bank Singapura," jelas Rosan.
"Ambil contoh, kita punya deposito Rp1.000 miliar yang akan ditarik semua. Bank Singapura bisa saja memberikan imbalan hasil dari sebelumnya 6 persen, dinaikkan menjadi 8 persen," kata Hariyadi.
JK mengingatkan, tahun ini adalah waktu yang tepat bagi para pengusaha untuk mendapatkan amnesti pajak. Sebab pada September 2018 mendatang, penerapan sistem perbankan akan lebih terbuka dimana hal ini dapat membuat peluang penggelapan pajak diketahui dan diproses menurut Undang-Undang (UU).
"Kalau sistem itu sudah diterapkan maka siapa yang menggelapkan pajak akan menjadi musuh dunia. Jika ada datanya, akan sesuai dengan UU, tangkap orangnya dan bayar dendanya," tegas JK.
Dari sini, JK juga menghimbau agar para pengusaha tidak bersembunyi tangan terhadap aset yang mereka miliki. Sebab pemerintah sudah menawarkan pengampunan pajak.
"Kalau bayar sekarang bisa diskon. Kalau nanti justru dinaikkan bayarannya," tutup JK. (gen)