Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) proyek SPAM diteken pada hari ini, Kamis (20/7) di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, yang disaksikan langsung oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pidatonya, Darmin mengharapkan agar proyek KPBU SPAM Umbulan dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain.
Proyek SPAM Umbulan sebenarnya telah direncanakan sejak 43 tahun silam oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian PUPR. Proyek tersebut pernah coba dieksekusi pada 2010 namun terhenti dan rencanaya akan kembali dimulai pembangunannya pada 2017.
"Proyek ini dimulai pada awal 2017 dan dibangun selama 24 bulan," jelas Gubernur Jatim Soekarwo pada kesempatan yang sama.
Dalam peresmian KPBU SPAM Umbulan tersebut, terdapat tiga perjanjian turunan yang ditandatangani, yakni Perjanjian Penyediaan Air Minum Curah yang diteken oleh Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Jatim dan PT Meta Adhyta Tirta Umbulan; Perjanjian Penjaminan Infrastruktur antara PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) dengan PT Meta Adhya Tirta Umbulan; dan Perjanjian Regres antara Gubernur Jatim dengan PT PII.
Proyek ini sekaligus menjadi proyek pertama yang mendapat dukungan pemerintah dalam bentuk Viability Gap Fund (VGF). Ke depannya, proyek ini dapat memenuhi kebutuhan air minum bagi 1,3 juta warga di 3 Kabupaten dan 2 Kota di Provinsi Jatim.
Sebagai informasi, mata air Umbulan akan diolah dan disalurkan sebagai air minum curah melalui saluran pipa transmisi sekitar 93,7 kilo meter. Selanjutnya, SPAM Umbulan akan menggunakan skema Built Operate Transfer (BOT) dengan masa konsesi selama 25 tahun, yakni pembangunan, pemeliharaan, pembiayaan sarana pengelolaan dan jaringan transmisi berkapasitas 4.000 liter per detik. (ags/gen)