Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung mengatakan dana tersebut akan mulai masuk di pasar uang maupun ke produk perbankan, sehingga mampu mendongkrak likuiditas bank menjadi kuat.
"BI perkirakan repatriasi akan masik lebih besar di akhir Desember karena memang walaupun komitmen atau deklarasinya sudah di bulan Juni, tapi masuknya dana pasti di akhir tahun karena butuh waktu untuk proses pengalihannya. Sehingga perlu dikelola dengan baik terutama di kuartal I 2017," ujar Juda di Gedung BI , Kamis (21/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya masuk ke pasar uang dan kantong perbankan, BI berharap dana repatriasi bisa dialirkan ke sektor riil, seperti properti dan proyek infrastruktur.
"Dengan adanya repatriasi, ada suplai terhadap likuiditas, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bukan hanya dari sisi suplai, tapi juga perlu dari sisi permintaan, nah permintaannya ini yang sekarang harus didorong," kata Juda.
Tercatat, dari Januari hingga Juni 2016, jumlah dana asing yang masuk ke Indonesia mencapai US$7,3 miliar. Jumlah ini lebih tinggi dari keseluruhan di 2015 yang mencapai US$5,1 miliar. (gir)