Dikutip dari laman Kementerian PUPR, Hediyanto mengajak Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitasi Jalan Daerah Soebagiono dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Batas Jawa Barat-Tegal-Slawi Wahyu S. Winurseto meninjau lima perlintasan sebidang rel kereta api yang ada di Brebes yaitu Ketanggungan, Klonengan/Prupuk, Kesambi, Karangsawah, dan Kretek (Paguyungan).
Dari hasil tinjauan tersebut, Hediyanto menyatakan salah satu cara untuk menghindari antrian panjang kendaraan yang menunggu kereta api melintas adalah dengan membangun flyover, overpass, atau underpass melewati rel tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia kemudian menugaskan Wahyu S. Winurseto untuk merampungkan kajian tersebut dalam waktu sesegera mungkin. Mengingat pembangunan flyover, overpass, atau underpass untuk melewati rel perlu dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 yang harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Alternatif kebijakan lain yang juga bakal dijalankan Kementerian PUPR adalah mempercepat pembangunan jalan tol Trans Jawa hingga Semarang, sehingga arus pemudik yang keluar tidak terpusat di Brebes.
Sebelumnya dalam paparan evaluasi Angkutan Lebaran 2016 di Kantor Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengaku telah menginstruksikan jajarannya untuk menambah titik peristirahatan di sepanjang jalan tol yang dilalui pemudik.
“Untuk ke depannya akan ditambah tempat-tempat peristirahatan yang minimalis (bukan full service) tiap 10 kilometer yaitu dengan menambah toilet-toilet serta tempat ibadah,” kata Basuki.
Ia juga meminta agar ruas jalan yang menjadi pintu keluar tol Brebes Timur diperluas karena yang ada saat ini cenderung menyempit dan hanya bisa dilalui dua lajur kendaraan. (gen)