Bahkan menurutnya, Indonesia bisa menjadi penentu keberhasilan MEA. Pasalnya, Indonesia merupakan negara terbesar di kawasan Asean baik dari sisi populasi maupun Pendapatan Domestik Bruto (PDB).
“Indonesia sebagai negara besar, terbesar di Asean baik dari sisi populasi, PDB dan lain-lain. Itu akan sangat menentukan komunitas ini (MEA) akan menjadi baik atau stagnan,” tutur Sri saat memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia, Depok, Selasa (26/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Sri menyadari adanya suara negatif yang menganggap terbukanya pasar di kawasan Asean maupun global merupakan suatu ancaman. Hal itu, menurutnya, muncul karena ketidaktahuan pada dunia luar dan kurangnya rasa percaya diri bahwa Indonesia bisa menguasai dunia dengan potensi yang ada.
Sebagai informasi, MEA mulai berlaku sejak akhir tahun lalu. Dalam kerangka tersebut, perdagangan barang dan jasa intra kawasan Asean menjadi lebih bebas dengan tetap mengacu pada kesepakatan. (gir/gen)