Agus Susanto, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan mengatakan, perolehan iuran tersebut sudah melampaui 52,02 persen dari target di sepanjang tahun ini yang sebesar Rp42,75 triliun.
"Pertumbuhan iuran tertinggi disumbang oleh iuran dari peserta Bukan Penerima Upah (BPU) atau tenaga kerja informal yang meningkat 188,02 persen," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (27/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, dari sisi jumlah kepesertaan tercatat sebanyak 19.640.847 tenaga kerja, baik peserta program jaminan hari tua (JHT), program kecelakaan kerja (KK), program kematian maupun program terbaru BPJS Ketenagakerjaan, yakni program pensiun.
Sampai tahun 2018 mendatang, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan menjangkau 80 persen tenaga kerja formal dari total seluruh tenaga kerja yang ada. Sebagai informasi, jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 122 juta, itu berarti BPJS Ketenagakerjaan mematok tambahan 70 juta tenaga kerja formal. (bir)