Jokowi Tunjuk Budi Karya jadi 'Pengatur' Transportasi

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Rabu, 27/07/2016 12:14 WIB
Sebelumnya Budi Karya menjabat sebagai Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero). Dia merampungkan proyek kelas kakap, yakni Terminal 3 Ultimate. Budi Karya ditunjuk sebagai Menteri Perhubungan menggantikan Ignasius Jonan, Rabu (27/7). (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah).
Jakarta, CNN Indonesia -- Budi Karya Sumadi ditunjuk menggantikan Ignasius Jonan sebagai Menteri Perhubungan dalam perombakan kabinet jilid kedua (reshuffle), Rabu (27/7). Sebetulnya, nama Budi Karya bukanlah nama baru. Namanya sempat santer disebut-sebut menjadi calon Menteri Perumahan Rakyat pada awal penyusunan kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Sebelumnya menduduki kursi menteri, Budi Karya menjabat sebagai Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero). Di masa kepemimpinannya di Angkasa Pura, pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 18 Desember 1956 itu menelurkan proyek kelas kakap, yakni Terminal 3 Ultimate di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang.

Budi Karya pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Jakarta Propertindo dan sempat memegang sejumlah proyek Ibukota. Antara lain, revitalisasi taman kota waduk pluit dan waduk Ria-Rio, penyelesaian rusunawa di Marunda, serta electronic road pricing (ERP). Dikabarkan, keberhasilan ini yang membuat Budi Karya dipercaya duduk di kursi pemerintahan bersama Jokowi-JK.


Lulusan Teknik Arsitektur Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini memulai karirnya sebagai Arsitek Perencana pada Departemen Real Estate PT Pembangunan Jaya Ancol, sebelum akhirnya menjadi orang nomor wahid di Ancol pada tahun 2004 silam. (bir/bir)