Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan bersih produsen A Mild ini, sebesar 7,4 persen menjadi Rp21,5 triliun pada semester I 2016. Sampoerna juga berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin di pasar rokok Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 34,1 persen.
"Kami berhasil menjaga momentum bisnis dan menghasilkan pertumbuhan positif selama semester I 2016. Ini merupakan hasil nyata dari kepercayaan para perokok dewasa, merek-merek yang kuat, karyawan yang berdedikasi dan mitra bisnis yang berkomitmen,” ujar Presiden Direktur Sampoerna, Paul Janelle dalam keterangan resmi, Rabu (27/7)”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kapitalisasi pasar kami mencerminkan keyakinan investor terhadap Sampoerna dan Indonesia. Pemecahan saham kami mendukung tujuan Bursa Efek Indonesia dalam meningkatkan jumlah investor, transaksi dan trader yang aktif,” jelasnya.
Perusahaan mendistribusikan produknya melalui 106 kantor area penjualan dan distribusi di seluruh Indonesia. Sampoerna adalah pembayar pajak terbesar di Indonesia pada tahun 2015, dengan total pembayaran pajak ke pemerintah sebesar kurang lebih Rp67,2 triliun.