"(Aliran modal masuk) sampai dengan Juni itu masih kira-kira Rp 102 triliun. Kemudian, sampai 25 Juli itu dana yang masuk Rp128 triliun," kata Gubernur BI Agus Martowardojo, Rabu (27/7).
Menurut Mantan Menteri Keuangan ini, banjirnya aliran modal ini dipicu oleh membaiknya fundamental perekonomian domestik diantaranya terjaganya tingkat inflasi, defisit transaksi berjalan, dan neraca perdagangan. Hal itu juga didukung oleh reformasi struktural yang dilakukan pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, berjalannya kebijakan pengampunan pajak juga memberikan sentimen positif pada pasar. Seperti diberitakan sebelumnya, baik indeks harga saham gabungan (IHSG) maupun kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tercatat menguat sejak berlakunya amnesti pajak.
"Kita lihat ekonomi dunia ada perlambatan dan tidak seperti yang diharapkan," ujar Agus.
Hal itu membuat perekonomian Indonesia yang memiliki prospek positif menjadi semakin menarik bagi investor.
Lebih lanjut, menurut Agus, banjirnya aliran dana masuk, misalnya hasil repatriasi program pengampunan pajak, juga perlu diantisipasi.
Pasalnya, jika tidak dikelola dengan baik, aliran modal yang masuk malah bisa menjadi beban dan bisa menimbulkan 'overheating', bahkan menciptakan gelembung yang berdampak negatif bagi perekonomian.
"Kalau nanti dana ini masuk tentu bagi Indonesia tantangannya adalah bagaimana agar dana ini bisa disalurkan ke sektor produktif. Itu tantangan utama," jelasnya. (gen)