Berdasarkan memo investor yang dikutip pada Kamis (28/7), belanja modal Telkom yang sudah digelontorkan hingga paruh pertama tahun 2016 sebesar Rp13,7 triliun. Dana tersebut paling banyak digunakan untuk mengembangkan akses jaringan dan infrastruktur guna mendukung fixed maupun mobile broadband.
Adapun, belanja modal yang dialokasikan untuk anak usaha, Telkomsel, paling banyak dikucurkan untuk utilisasi dan pembangunan menara jaringan (BTS). Porsi lain belanja modal juga digunakan oleh anak usaha lain, yaitu pengembangan kabel bawah laut, menara, pusat data, dan properti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, Telkom mampu meraup pendapatan sebesar Rp56,45 triliun sepanjang semester I 2016, naik 15,6 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar 48,8 triliun. Pendapatan Telkom sepanjang paruh pertama 2016 berasal dari bisnis data dan internet sebesar Rp22,63 triliun, jasa suara dan SMS dari jasa seluler Rp25,1 triliun, jasa suara di fixed line Rp3,8 triliun, dan lainnya.
Pada tahun 2016 Telkom membidik pendapatan Rp118,7 triliun dengan pertumbuhan 12,7 persen, sedangkan EBITDA dipatok sebesar Rp56,2 triliun dengan pertumbuhan 10,4 persen dan laba bersih sebesar Rp16,8 triliun dengan pertumbuhan 10,1 persen.