Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menyatakan pemutihan kredit macet itu dilakukan untuk memperbaiki rasio nonperforming loan (NPL) yang sampai Juni 2016 sebesar 3,86 persen secara konsolidasi. Hingga akhir tahun, Bank Mandiri menargetkan rasio kredit bermasalah dapat berada di kisaran 3,6 persen sampai 3,7 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tujuan kami buat anggaran pencadangan besar supaya kami bisa menghapus kredit macet juga kan, karena kami targetkan kredit macet tahun ini di kuartal II sampe IV menurun. Jadi tahun depan sudah relatif normal," kata pria yang kerap disapa Tiko.
Secara terpisah, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad menyebut, rasio kredit bermasalah perbankan menyentuh puncak tertinggi di tahun ini. Yakni, sebesar 3 persen (kotor) atau 1,3-1,4 persen (bersih) per Juni 2016. (gen)