"Kontrak baru tambahan Rp300 miliar, ini dari kereta api, Perusahaan Listrik Negara (PLN) ini kelistrikan juga banyak dari tiang listrik, jalan tol WIKA, dan ada pekerjaan awal dari pembangkit listrik (power plant)," kata Direktur Keuangan Wika Beton, Entus Asnawi , Selasa (2/8).
Bila dilihat secara keseluruhan, WIKA telah mengantongi beberapa proyek antara lain proyek kereta api di Medan, precast untuk tol Binjai-Medan, tol Medan-Tebing Tinggi, proyek PLTU di Pangkal Susu Sumatera Utara, PLTU Tanjung Priok, PLTU Muara Karang, PLTU Cilacap, proyek jalan tol Soreang-Pasir Koja, dan proyek tol di Cisundawu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencana revisi target tidak ada, kalau lebih diakui tahun depan, jadi tetap Rp4,4 triliun," katanya.
Perusahaan berencana menggunakan dana dari hasil pelepasan saham simpanan atau treasury stock untuk pengembangan pabrik precast gedung.
Namun, saat ini perusahaan masih mengkaji kegunaan dari dana hasil pelepasan treasury stock, dan perusahaan sendiri belum melepas treasury stock hingga saat ini.
Namun, hal ini masih terus didiskusikan pihak internal perusahaan. Namun, perusahaan tidak akan menggunakan 100 persen dana hasil pelepasan treasury stock untuk bisnis baru.
Nilai treasury stock perusahaan sendiri berjumlah 377 juta lembar. Wika Beton menargetkan akan melepas treasury stock jika harga dari perusahaan berada di kisaran Rp1.150 hingga Rp1.200 per lembar. (gir/gen)