Direktur Komersial PP Properti S Linda Gustina mengungkapkan, sebagian besar pra penjualan disumbang oleh proyek residensial. Makanya, perseroan semakin getol mengembangkan proyek komersialnya di Surabaya, dan Bekasi, seperti pusat perbelanjaan dan hotel, untuk memicu pendapatan berulang.
Adapun, untuk mengembangkan beberapa proyek tersebut perseroan telah merogoh kocek sebesar Rp600 miliar. Apabila dirinci, sekitar Rp100 miliar di antaranya akan digunakan untuk membangun mal di Surabaya, tepatnya di Grand Dhamahusada Lagoon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat mengatakan, perseroan berniat meningkatkan aset landbank-nya. Untuk aset landbank, perseroan masih mengincar Pulau Jawa. Hal ini dikarenakan daerah-daerah di luar Pulau Jawa belum sepadat di Pulau Jawa.
Sebagai informasi, PP Properti membukukan pendapatan per Semester I 2016 sebesar Rp973,77 miliar atau tumbuh 35 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp719,82 miliar. Kinerja kinclongnya tersebut mendongkrak pertumbuhan laba bersih perseroan sebesar 11,34 persen menjadi Rp157,21 miliar dari posisi sebelumnya Rp141,63 miliar.