Defisit fiskal tetap membengkak meskipun pemerintah akan memangkas anggaran belanja negara sebesar Rp133,8 triliun dan merisi turun target penerimaan perpajakan dalam APBNP 2016.
Dia mengatakan, pemerintah akan memangkas belanja kementerian/lembaga(K/L) sebesar Rp65 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp68,8 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat pelebaran defisit tersebut, kata Sri Mulyani, pemerintah akan menambah pembiayaan sekitar Rp17 triliun, dari rencana Rp296,7 triliun menjadi Rp313,7 triliun.
Dengan demikian, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi tetap 5,2 persen, inflasi 4 persen, suku bunga perbendaharaan negara (SPN) tiga bulan 5,5 persen, harga minyak US$40 per barel, lifting minyak 820 ribu barel per hari (bph), dan lifting gas 1,15 juta barel setara minyak per hari.
Sebagai informasi, Kementerian Keuangan mencatat defisit anggaran pada akhir paruh pertama tahun ini sebesar Rp230,7 triliun atau 1,83 persen dari PDB. Angka itu 77 persen dari target defisit Rp296,7 triliun atau 2,35 persen PDB. (ags)