Bambang Pramujo, Direktur Operasi II WIKA mengatakan, dari informasi yang dihimpunnya, tender PLTU Jawa 5 akan diluncurkan kembali. Ia meyakini, WIKA memiliki kemampuan mumpuni sebagai IPP dan siap mencari pendanaan apabila dibutuhkan.
Sebagai informasi, Mei 2016 lalu, tender PLTU Jawa 5 dibatalkan PLN, karena dua calon peserta tender akhir, termasuk konsorsium WIKA dianggap kurang meyakinkan untuk jadi pemenang lelang. Sehingga, perusahaan setrum pelat merah itu membatalkan lelang dan memutuskan untuk mengambilalih proyek tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, sambung dia, perusahaan tetap menggandeng mitra yang menemani WIKA di dalam proses lelang IPP sebelumnya, yaitu PT Sumber Segara Prima Daya dan CNEC. Melalui konsorsium ini, WIKA ingin menepis anggapan PLN kalau proyek PLTU Jawa 5 tidak bisa dikerjakan oleh perusahaan.
Kendati demikian, PLN mengaku, tidak ada rencana untuk meluncurkan ulang tender PLTU Jawa 5. Direktur Pengadaan PLN, Supangkat Iwan Santoso mengatakan, pelaksanaan tender akan memakan waktu yang sangat lama, sehingga PLN berencana untuk menunjuk anak usahanya sebagai pelaksana IPP, yaitu PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) atau PT Indonesia Power.
"Kecepatan pelaksanaan proyek saat ini menjadi perhatian kami. Sehingga, kami teguh untuk membatalkan tender Jawa 5. Kami punya opsi untuk menunjuk anak usaha, namun kami juga punya opsi untuk melakukan kemitraan sesuai Peraturan Presiden Nomor 4 tahun 2015," pungkasnya kepada CNN Indonesia, Kamis (4/8).
Kendati demikian, lanjut Iwan, apabila anak usaha PLN jadi ditunjuk, tidak ada jaminan proyek akan cepat terealisasi. Toh, pendanaan yang besar serta pengadaan lahan membayangi keberlanjutan PLTU tersebut. Menurut dia, PLTU Jawa 5 membutuhkan pendanaan sedikitnya US$3 miliar hingga US$5 miliar atau setara Rp42,5 triliun.
Sebetulnya, Iwan mengklaim, beberapa lembaga pembiayaan tertarik mendanai proyek ini. Namun begitu, PLN merasa perlu melihat rekam jejak institusi tesebut, serta menghitung angka investasi yang akan digelontorkan. "Kami fokus lakukan kajian-kajian tertentu," terang dia. (bir)