“Pak Ahok, duitnya gede tetapi menyimpannya juga gede. Ini harus dikeluarkan, masih ada Rp13,9 triliun,” ujar Presiden Jokowi dalam Rapat Koordinasi Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi, siang ini, Kamis (4/8).
Selain DKI Jakarta, Jokowi juga mengungkap daerah lain yang sampai saat ini masih menimbun anggaran di bank. Antara lain Jawa Barat (Rp8 triliun), Jawa Timur (Rp3,9 triliun), Riau (Rp2,86 triliun), Papua Rp2,59 triliun, dan Jawa Tengah (Rp2,46 triliun)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau proyek belum jadi kan kami belum bisa bayar, begitu masuk September-Oktober kami bisa kesulitan duit. Saya saja sekarang sampai akhir tahun sudah banyak batalin pembelian lahan tidak jelas,” kata Ahok.
Untuk menyiasati banyaknya anggaran yang mengendap di bank, Ahok menganjurkan Kementerian Keuangan untuk memprioritaskan penyaluran anggaran untuk daerah lain. Sementara jatah anggaran DKI Jakarta, ia meminta penyalurannya diundur setiap tahunnya menjadi April.
“APBN kita, pajak kita kan tidak langsung masuk. Kemudian, supaya arus kas Kementerian Keuangan enak diatur, DKI Jakarta mungkin tidak usah disetor duluan (alokasi anggaranya),” ujarnya.