Meski demikian, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan, penurunan uang muka bisa sangat berbahaya jika tidak dibarengi dengan seleksi nasabah dengan ketat. Jika lembaga pembiayaan salah sasaran, ia khawatir pembiayaan bermasalah (Nonperforming Financing/NPF) akan semakin memburuk.
Sebagai informasi, rasio NPF industri multifinance pada Mei lalu tercatat 2,23 persen, atau naik 0,86 persen ketimbang Mei 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu, Yohannes mengatakan, uang muka seharusnya tetap dikenakan agar bisa menyaring nasabah yang benar-benar mampu membayar kreditnya. Ia melanjutkan, rata-rata uang muka yang ideal bagi pembiayaan otomotif di Indonesia berada di angka 10 persen, berdasarkan rata-rata uang muka per segmen dan kategori kendaraan yang dianggap tidak memberatkan nasabah.
Jika wacana tersebut jadi diimplementasikan, ia optimistis penjualan mobil bisa melebihi target yang dipasang tahun ini sebesar 1,05 juta unit. Pasalnya, hingga Juni tahun ini, penjualan mobil sudah mencapai setengah dari target yang dipatok.
Sebagai informasi, penjualan mobil secara ritel sepanjang semester pertama tahun ini tercatat 531.929 unit, atau mencapai 50,65 persen dari target sepanjang 2016. Angka itu bahkan meningkat tipis 1,22 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 525.491 unit.
"Kami masih optimis penjualan sebesar 1,05 juta unit masih bisa kami capai, karena bulan Juni penjualannya sudah setengah lebih dari target. Biasanya enam bulan berikutnya penjualan akan lebih baik, karena secara historis trennya seperti itu," kata Presiden Direktur Isuzu Astra Motor Indonesia. (gen)