Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution optimistis capaian realisasi investasi di penghujung tahun nanti bakal melonjak, seiring dekatnya tenggat waktu jadwal pembayaran (financial closing) proyek-proyek pembangkit listrik dengan skema Independent Power Producer (IPP), yaitu pada Desember 2016.
Hal ini diungkapkannya merujuk pada data PT PLN (Persero) yang menyebut adanya financial closing bagi investasi swasta sebesar 18.000 Megawatt (MW) yang dijadwalkan pada akhir tahun.
Kalau financial closing telah selesai, Darmin menyebut, maka investor sudah bisa memulai realisasi investasi dan sudah bisa dimasukkan ke dalam Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Ia menuturkan, peningkatan realisasi investasi ini di luar ekspektasi. Soalnya, tenggat waktu financial closing ini merupakan syarat yang ditawarkan oleh PLN kepada pengusaha listrik swasta. Ia sekaligus menegaskan, realisasi program listrik 35.000 MW masih berjalan.
"Kami telah tanda tangan 17.000 MW dan ada sisa 18.000 MW lagi dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Artinya kontrak investasi 35 ribu MW sudah selesai tahun ini," ujarnya.
Ia mengaku, tak tahu apakah financial closing proyek ketenagalistrikan tersebut bisa membawa realisasi investasi yang melebihi target, seperti halnya tahun lalu.
Sebagai informasi, realisasi investasi tahun lalu mencapai Rp545,4 triliun atau meningkat 17,77 persen dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp 463,1 triliun. Raihan ini lebih besar 4,98 persen dari target investasi BKPM, yaitu Rp519,5 triliun di tahun 2015.
Lihat juga:PLN Diminta Prioritaskan Proyek 35 ribu MW |
BKPM menargetkan realisasi investasi sebesar Rp594,8 triliun di tahun ini atau meningkat 9,06 persen jika dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp545,4 triliun. Hingga semester I 2016, BKPM mencatat realisasi sebesar 50,1 persen dari target atau senilai Rp298,1 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT