"BI sudah kasih penegasan bahwa kita setuju untuk BUMN untuk ajukan berdirinya satu perusahaan prinsipal switching (pengalihan). Dan Bu Rini (Menteri BUMN) menyatakan siap dan sedang ditindaklanjuti, nanti akan diajukan secara formal," jelas Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W Martowardojo, Kamis (18/8).
Menurutnya, perusahaan switching ATM bank BUMN tersebut nantinya akan dibentuk dan dikelola oleh Himpunan Bank-Bank Negara (HIMBARA), yang terdiri dari PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk serta PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti kalau sudah disiapkan perusahaannya, sumber daya manusianya, sistem, teknologi, jajaran manajemen ,infrastruktur, nanti dia ke BI lagi untuk persetujuan formalnya," jelas Agus.
Perusahaan BUMN khusus switching ini nantinya akan mengelola ATM Himbara Link dan juga jaringan mesin Perekam Data Elektronik (Electronic Data Capture/EDC).
Sejalan dengan pembentukan perusahaan switching itu, Kementerian BUMN juga akan menunjuk bank anchor untuk integrasi ATM. (ags)