Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad menyatakan, jika likuiditas membaik dan suku bunga perbankan turun maka akan berdampak positif untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Sehingga investor bisa menjadikan perbankan ini tempat untuk berinvestasi," kata Muliaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dari sisi pasar modal sendiri, saat ini sudah banyak perusahaan yang melirik untuk mencari pendanaan melalui penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Maka, OJK sendiri akan menyederhanakan aturan terkait IPO tersebut.
Selain itu, arus modal asing sendiri mengalir deras di pasar modal Indonesia dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menyentuh level di atas 5.400.
Melihat kondisi saat ini, maka OJK percaya sektor industri akan membaik di Indonesia, terlebih dibantu dengan dana repatriasi. Namun, ia menyatakan sektor properti akan menjadi pemimpin sektor karena berkaitan dengan banyak sektor, misalnya dalam pembangunan sebuah rumah tentu akan membutuhkan semen, sehingga industri semen juga nantinya akan terangkat.
"Kaitannya panjang, ketika geliat properti terlihat, maka geliat ekonomi Indonesia juga akan terlihat. Kalau ekonomi turun tentu didahului sektor properti," pungkasnya. (gen)