Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Perumusan Fiskal, Robert A Simanjuntak mengatakan, hal ini karena pemerintah berupaya terus menggenjot penerimaan pajak reguler disamping memaksimalkan raihan dana dari amnesti pajak.
“Jadi artinya dengan amnesti pajak bukan berarti yang regular diabaikan. Yang rutin, pemerintah kolek mengumpulkan penerimaan pajak. Amnesti pajak ini kan harapannya Rp165 triliun masuk ke kas negara,” ucapnya, Jumat (19/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, pemerintah tetap optimistis dengan target awal yang sudah ditetapkan karena masih banyak Wajib Pajak (WP) yang menunggu dalam melihat peluang dari kebijakan amnesti pajak ini. Hal ini terlihat dari banjirnya peserta dari setiap sosialisasi kebijakan ini dilakukan.
Melihat kondisi ini, lanjut Robert, pemerintah masih optimistis. Ia menyatakan, dana yang masuk akan semakin besar pada bulan ini dan akhir September. Seperti diketahui, pemerintah hanya mengenakan tarif uang tebusan sebesar 2 persen bila WP melaporkan asetnya sebelum akhir September.
“Ada orang yang punya 200 perusahaan loh, itu kan makan waktu dalam prosesnya. Kalau mau tarif paling murah 2 persen itu kan hanya tiga bulan. Tapi itu bisa sebenarnya. Mereka tinggal komunikasi ke petugas pajak. Jadi paling tidak akui saja dulu,” pungkasnya. (gir)