Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menilai pemberitaan kenaikan harga rokok bakal berdampak negatif terhadap emiten rokok. Hal ini sudah mulai terlihat pada saham PT Gudang Garam Tbk yang mengalami penurunan.
“Yang jelas hingga pagi ini sudah terkoreksi pembukaan untuk emiten Gudang Garam. Lalu untuk Sampoerna sendiri masih tetap di posisi penutupan pekan lalu, namun sudah terlihat mengalami tekanan,” kata Satrio, Senin (22/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, pada pukul 10.02 pagi ini, harga saham HMSP terus mengalami penurunan menjadi Rp3.960 atau turun 80 poin (1,98 persen). Sementara harga saham Gudang Garam turun lagi 1.150 poin (1,69 persen) atau menjadi Rp66.875 sejak dibuka tadi pagi.
“Padahal pemerintah kan tidak boleh seperti itu, selama ini industri rokok juga sudah dibatasi dengan pembatasan iklan dan informasi berbahaya terkait merokok di bungkus rokoknya. Orang yang terkait dengan industri rokok kan banyak,” paparnya.
Bila memang menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) menjadi pilihan terakhir untuk membuat harga rokok juga ikut melambung tinggi, Satrio menyarankan agar harganya dinaikkan menjadi hanya Rp25 ribu per bungkus. Menurutnya, harga tersebut masih bisa dianggap wajar.