Saat membuka rapat terbatas Reforma Agraria, dia menekankan sinkronisasi seluruh kebijakan dengan sistem hukum diperlukan untuk menghindari sengketa-sengketa agraria.
"Wujudkan kebijakan peta tunggal. Sinkronisasi semua peraturan sehingga tidak menimbulkan dualisme dan multitafsir," kata Jokowi di Kantor Presiden, Rabu (24/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofyan diminta fokus sertifikasi tanah secara masif di satu hingga tiga provinsi. Pola seperti ini yang seharusnya diterapkan dan dilanjutkan di masa mendatang. Jokowi berharap pemerintah bisa menerbitkan lima juta sertifikat per tahun.
"Segera lakukan terobosan menyelesaikan akses tanahbsan ketimpangan penguasaan tanah di pedesaan. Saya harap ini cara baru mengatasi kemiskinan khususnya di pedesaan," kata dia.
Sehingga, dia memerintahkan Sofyan segera mengimplementasikan program penyediaan akses tanah melalui redistribusi tanah terutama hak guna usaha yang tidak diperpanjang.
"Kawasan hutan sama, arahnya sekarang ke fungsi. Fungsi tentu saja terhadap manfaat bagi rakyat," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta ini. (gir/gen)