“Kami memperkirakan rata-rata nilai tukar tahun 2017 akan berada pada kisaran Rp13.200 – Rp13.500 per dolar AS,”tutur Gubernur BI Agus DW Martowardojo saat menghadiri Rapat Kerja dengan pemerintah dan Badan Anggaran DPR di Gedung DPR, Selasa (30/8) malam.
Perkiraan BI masih sejalan dengan asumsi nilai tukar pemerintah yang diusulkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2017 yaitu Rp13.300 per dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu,meredanya risiko di pasar keuangan global terkait terbatasnya dampak keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) dan perkiraan terbatasnya kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS), juga mendorong masuknya arus modal asing ke Indonesia.
Di sisi lain, persepsi positif terhadap prospek kebijakan nasional bisa menjadi penopang penguatan rupiah tahun depan. Tak hanya itu, kebijakan pengampunan pajak dipercaya BI bisa meningkat arus valuta asing yang masuk sehingga berdampak positif pada penguatan rupiah.
Bank Indonesia meyakini proyeksi nilai tukar rupiah masih mencerminkan fundamental perekonomian domestik yang mengarah pada kondisi di mana transaksi berjalan tidak defisit, pertumbuhan ekonomi berkesinambungan, dan inflasi terjaga.
“Bank Indonesia akan terus menjaga nilai tukar sesuai dengan nilai fundamentalnya,” ujarnya. (gen)