Sejatinya, pendapatan bersih perusahaan tumbuh sebesar 1,41 persen menjadi US$1,43 miliar dari sebelumnya US$1,41 miliar. Sayangnya, beban pokok pendapatan juga naik menjadi US$993 juta atau 5,97 persen dari sebelumnya US$937 juta.
Sekretaris Perusahaan, Heri Yusup menyatakan, peningkatan pendapatan emiten tersebut terutama diperoleh dari hasil kontribusi beroperasinya pipa transmisi gas bumi Kalija I, yang dioperasikan PT Kalimantan Jawa Gas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melakukan berbagai upaya efisiensi sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan," kata Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusup, melalui keterangan resmi, dikutip Rabu (31/8).
Lebih lanjut Heri menjelaskan, PGN optimistis kinerja perusahaan akan semakin baik sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional. PGN sendiri terus mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat.
Heri mengungkapkan, PGN akan semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional. Pada periode ini infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 186 kilometer dan saat ini mencapai lebih dari 7.212 kilometer atau setara dengan 76 persen pipa gas bumi hilir nasional.
Selain di Jawa Timur, PGN juga menyelesaikan proyek infrastruktur pipa gas bumi sepanjang 18,3 km di Batam. Proyek pipa gas yang berada di kawasan bisnis Batam ini akan menyalurkan gas bumi ke wilayah Nagoya, Lubuk Baja, dan Jodoh di Batam.
"PGN terus berkomitmen membangun dan memperluas infrastruktur gas nasional, walau di tengah kondisi ekonomi yang belum membaik dan turunnya harga minyak mentah dunia," pungkas Heri.