Setia Budi Perwira, Direktur Surya Toto menjelaskan, rencana tersebut berasal dari usulan salah satu pemegang saham. Perusahaan diminta mempertimbangkan untuk stock split karena harga saham masih dianggap terlalu tinggi, yaitu berkisar antara Rp5.000-Rp7.600.
"Kondisi ini mengakibatkan investor menengah ke bawah sulit untuk ikut berpartisipasi dalam perdagangan efek tersebut," ujarnya dalam keterbukaan informasi, Jumat (2/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:10 Emiten BEI Belum Penuhi Aturan Free Float |
"Kami berharap, jumlah pemegang saham dapat lebih meningkat lagi," imbuhnya.
Jika tidak ada aral melintang, perusahaan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 September 2016 mendatang untuk meminta persetujuan kepada seluruh investor.
Kinerja perusahaan pada paruh pertama ini tidak terlihat begitu baik, di mana pendapatan bersih perusahaan mengalami penurunan sebesar 7,27 persen dari sebesar Rp1,18 triliun menjadi hanya Rp1,1 triliun. Walhasil, labanya juga tercatat turun menjadi Rp127,67 miliar atau sebanyak 28,2 persen dari semester I 2015 lalu, yakni Rp163,78 miliar. (bir/gen)