Bulog Jual 700 Ton Daging Kerbau Rp65 ribu per Kilo

Yuliyanna Fauzi | CNN Indonesia
Jumat, 02 Sep 2016 11:26 WIB
Daging kerbau impor dari India dijamin bebas penyakit karena telah melalui uji pemeriksaan di Badan Karantina dan dinyatakan halal oleh MUI. Daging kerbau impor dari India dijamin bebas penyakit karena telah melalui uji pemeriksaan di Badan Karantina dan dinyatakan halal oleh MUI. (CNN Indonesia/Abraham Utama).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan sebanyak 700 ton daging kerbau impor dari India telah masuk ke Indonesia dari total izin impor yang diberikan Kementerian Perdagangan sebanyak 10 ribu ton.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, daging kerbau yang masuk sejak Minggu lalu (28/8) siap dipasarkan oleh Perusahaan Umum (Perum) Bulog dengan harga Rp65 ribu per kilo gram (kg)

"Sekarang harga daging sapi Rp120 ribu per kg, waktu itu kita coba dengan impor dari Australia Rp85 ribu per kg, ternyata itu masih berat. Sekarang kita cari alternatif lain, daging kerbau Rp65 ribu per kg, ini hampir setengah harga di pasaran," jelas Rini di kantor Perum Bulog, Jumat (2/9).

Rini memastikan, daging kerbau dari India dapat menjadi alternatif konsumsi daging masyarakat. Pasalnya, daging kerbau rendah kolestrol dan memiliki kandungan protein yang tinggi.

Selain itu, daging kerbau dijamin bebas penyakit karena telah melalui uji pemeriksaan di Badan Karantina Kementerian Pertanian dan telah dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"MUI bahkan sudah ke India langsung untuk melihat langsung dan sudah ada sertifikasi halal-nya. Saat saya coba, dagingnya tidak keras, pokoknya sip," tambahnya.

Sampai Desember

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengadaan Perum Bulog Wahyu menjelaskan, impor daging kerbau dari India dilakukan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging masyarakat hingga Desember 2016.

Pasalnya, daging sapi dari Australia yang sempat masuk ke pasaran, rupanya diminati masyarakat sehingga pemerintah bergegas mencari sumber pasokan baru.

"Daging kerbau India ini kita programkan untuk pemenuhan apabila pasokan dari Australia berkurang. Tapi kita masih punya alokasi sekitar 7 ribu ton daging sapi dari Australia untuk pasar yang membutuhkan," ungkap Wahyu.

Tak hanya itu, menurut Wahyu, saat ini Perum Bulog sedang mengencangkan radar untuk mendapatkan sumber pasokan baru, seperti daging sapi dari Brazil dan Argentina.

"Tapi itu memerlukan waktu, tidak singkat, prosesnya berbulan-bulan. Makanya kita siapkan dengan daging kerbau India dulu," tambahnya.

Terkait pengiriman daging kerbau dari India, Wahyu memastikan sampai akhir September, akan terus dilakukan pengiriman dari India hingga pasokan mencapai izin impor yang telah diberikan pemerintah sebanyak 10 ribu ton.

Wahyu kembali memastikan, daging kerbau India telah dijamin halal sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk mengonsumsi daging tersebut.

"Pokoknya tidak ada kekhawatiran, sudah ada sertifikat kesehatan dan sertifikat halal. Sejak datang di pelabuhan, sudah dikawal, dikarantina, diuji, dan sudah aman semuanya," ujarnya.

Adapun pada hari ini, Perum Bulog mengadakan sosialisasi daging kerbau di pelataran halaman kantor Perum Bulog kepada masyarakat. Rencananya, mulai akhir pekan ini, masyarakat sudah bisa menemui daging kerbau di pasaran, termasuk pasar tradisional. (gen/gen)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER