Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad menjelaskan, alasan OJK belum merevisi target pertumbuhan kredit perbankan karena masih perlu waktu untuk mengevaluasi pelaksanaan dari Rencana Bisnis Bank (RBB)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Year-to-date memang masih rendah. Tapi beberapa bank yakin RBB bisa diimplementasikan. Kalau RBB mereka jalan, itu bisa sekitar 11 persen. Kalau tidak, saya akan cek lagi," ujarnya.
Sebagai informasi, penyaluran kredit perbankan pada semester I 2016 hanya tumbuh sekitar 8 persen. Meskipun rendah, OJK mencatat, beberapa bank besar masih mampu tumbuh di atas 12 persen.
Terkait likuditas perbankan, Muliaman memastikan kondisi perbankan semakin membaik karena naiknya dana pihak ketiga (DPK).
"Likuiditas membaik secara keseluruhan, terutama pasca masuknya banyak likuiditas dalam satu bulan terakhir ini. DPK mulai merambat naik. Kredit juga mulai merambat naik," kata Muliaman. (ags/gen)