“Kira-kira 20 persen yang akan dilepas,” tutur Direktur Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Efek BEI Hamdi Hassyarbaini, Selasa (6/9).
Lebih lanjut, Hamdi menyatakan, Prodia telah menunjuk PT Indopremier Securities sebagai penjamin efek atau underwriter dalam gelaran IPO. Rencananya, perusahaan juga akan melakukan penawaran IPO sampai ke luar negeri. Perusahaan sendiri menargetkan dapat resmi melantai di bursa pada Desember mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya, dana hasil IPO tersebut akan digunakan untuk ekspansi perusahaan. Hamdi menyatakan, total aset yang dimiliki perusahaan hingga saat ini berkisar Rp600 miliar.
“Kami kan udah lama, udah besar, jadi dengan menjadi perusahaan publik atau Tbk kami akan tambah kuat,” ucap Endang.
“Kenapa kami IPO sekarang? Karena momennya tepat sekali, kami menuju ke usia 50 tahun,” imbuhnya.
Untuk diketahui, total cabang yang dimiliki Prodia saat ini berjumlah 120 cabang dengan total karyawan sekitar 4.500 orang. Selain itu, jumlah pasien dari Prodia sendiri per bulannya lebih dari 1 juta orang. (gir)