“Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan cadangan devisa, antara lain berasal dari penerimaan pajak dan devisa migas, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, dan hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas, yang melampaui kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo,” tutur Tirta Segara, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (7/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT