Pada tujuh bulan pertama di 2016, perseroan telah menyalurkan KUR sebesar Rp7,41 triliun kepada 179.724 debitur atau sekitar 57,1 persen dari target penyaluran tahun ini sebesar Rp13 triliun.
Dari nilai tersebut, pinjaman sebesar Rp2,338 triliun diteruskan kepada usaha mikro, lalu sebesar Rp5,074 triliun disalurkan kepada usaha ritel, dan KUR sebesar Rp3,6 miliar ditujukan kepada TKI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sulaiman memastikan bank berlogo pita emas tersebut tetap berkomitmen dalam menyalurkan KUR mengingat sektor mikro dan usaha kecil merupakan bidang usaha yang terkait langsung dengan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi pendorong laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Sulaiman menuturkan, perseroan akan memberdayakan seluruh jaringan kantor penyalur KUR Bank Mandiri yang sebanyak 2.454 kantor, yang meliputi 994 cabang mikro, 1.427 unit mikro dan 653 kios mikro di seluruh Indonesia.
“Dengan jaringan yang terus kami perluas tersebut, kami optimis dapat mencapai target penyaluran Rp13 triliun pada tahun ini,” Sulaiman menambahkan.
Di samping perluasan jaringan, Sulaiman menjelaskan, upaya pencapaian target penyaluran KUR juga dilakukan melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi KUR yang diselenggarakan oleh pemerintah antara lain oleh Kementerian Koordinasi Perekonomian, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Keuangan dan BNP2TKI.