Sekretaris Perusahaan Adib Ubaidillah menyatakan, perusahaan melakukan efisiensi dari dua sisi, yakni operasional dan investasi.
Dari sisi investasi misalnya, perusahaan telah melakukan efisiensi dalam pembangunan perumahan dari yang sebelumnya membutuhkan investasi sebesar Rp1,5 triliun menjadi Rp500 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, perusahaan mengkaji ulang beberapa peralatan tambang yang perlu dibeli untuk kegiatan usaha. Adib menyatakan, perusahaan berupaya penuh untuk mengurangi hal-hal yang tidak sepenuhnya diperlukan.
Sampai awal September 2016 ini, PTBA telah melakukan efisiensi sekitar Rp3,5 triliun.
Adib menjelaskan, dengan efisiensi tersebut perusahaan mengharapkan dapat mencapai laba bersih yang sama dengan tahun 2015 sebesar Rp2,03 miliar di tengah masih melemahnya harga komoditas batu bara.
“Karena gini, kalau dari awal kami tidak melakukan efisiensi maka laba yang dicapai juga tidak optimal karena harga batu bara itu sudah jatuh banget,” jelasnya.
Untuk diketahui, pendapatan perusahaan meningkat pada semester I ini sebesar 3,68 persen menjadi Rp6,75 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp6,51 triliun. Namun, laba bersih perusahaan mengalami penurunan sebesar 11,71 persen menjadi Rp711,77 miliar dari Rp795,16 miliar.